Negara dengan Pendapatan Terendah di Dunia tahun 2019

Gross National Income (GNI) atau tingkat pendapatan negara sangat penting untuk mengukur kemakmuran suatu masyarakat. GNI dipengaruhi oleh pendapatan warganya, infrastrukur, tingkat kesehatan, kesenjangan sosial bahkan rawan tidaknya suatu negara terhadap konflik. Contohnya, semakin tinggi tingkat kesehatan suatu negara maka semakin tinggi pula pendapatan warganya. Hal ini secara makro akan berdampak pada semakin tinggi pula pendapatan negaranya. Di dunia ini tentu terdapat negara dengan pendapatan terendah yang diakibatkan oleh banyak faktor seperti rawan perang, daya beli masyarakat rendah dan sebagainya. Berikut ini data terbaru negara-negara yang dimaksud.

1. Sudan Selatan

Negara yang termasuk dalam Sudan ini memisahkan diri dan resmi menjadi sebuah negara pada tahun 2011 silam. Cukup muda untuk dikatakan merdeka sehingga masih banyak terjadi perebutan kekuasaan hingga saat ini. Kondisi dalam negeri yang sangat tidak stabil membuat negara ini masih terpuruk dengan hanya mampu memperoleh pendapatan USS 246. Sebagian besar pendapatan negara ini diperoleh dari hasil pertanian yang juga masih tergolong baru bagi Sudan Selatan.

2. Malawi

Negara yang berada di Benua Afrika hanya mampu menghasilkan pendapatan USD 250 per kapita. Banyak faktor yang dinilai menjadi penyebabnya seperti cara bertani yang masih primitif. Malawi bergantung pada hasil bumi dengan cara bertani ini. Namun sayangnya, cara bertani yang dilakukan oleh kebanyakan masyarakatnya masih tergolong terbelakang atau primitif. Sehingga sangat bergantung pada kondisi alam. Selain itu tingkat pendidikan masih sangat rendah sehingga sumber daya manusia yang menjadi faktor penting pendokrak kemajuan negara masih belum mampu memperbaiki keadaan negara Malawi.

3. Burundi

Masih tak beranjak dari Benua Afrika, negara dengan pendapatan terendah selanjutnya ialah Burundi. Negara ini telah merdeka dari Belgia sejak tahun 1962 dan selanjutnya menganut sistem pemerintahan presidensial. Sayangnya, pemerintahan setelah merdeka ini sangat otoriter. Perang antar saudara tidak dapat dihindarkan dari suku Tutsi pendukung pemerintah dengan Hutu. Konflik ini tidak selesai hingga saat ini dan menelan banyak korban jiwa yang mayoritas dari masyarakt sipil. Akibat suasana dalam negara yang tidak stabil ini, Burundi hanya dapat memperoleh pendapatan USS 267 per kapita.

4. Republik Kongo

Kongo masih rawan konflik atau perang yang bermula di tahun 1998. Sampai sekarang konflik tersebut masih saja memanas hingga banyak warga masyarakat yang mengalami kelaparan. Tingkat kematian setiap bulannya masih tergolong tinggi  baik akibat perang maupun kelaparan. Tak hanya itu, akibat kelaparan ini Kongo dikenal sebagai negara kanibal. Banyak suku yang mengincar suku lain untuk dimakan karena minimnya bahan makanan. Tindak kriminal seperti perkosaan masih sering terjadi hingga kini menambah suram kondisi di negara ini. Menurut World Bank, Kongo hanya mampu menghasilkan pendapatan USS 328.

5. Repbulik Afrika Tengah

Sebenarnya, Republik Afrika Tengah mampu mengekspor hasil buminya yaitu berlian. Namun pemerintahan yang tidak baik membuat hal tersebut menjadi sedikit sia-sia. Tak hanya itu, konfilik antar warga sipil kerap terjadi di negara ini. Masalah yang sering menjadi pemicu ialah agama. Negera ini mampu memperoleh penghasilan USD 332 per kapita.

6. Madagaskar

Madagaskar masuk dalam negara dengan pendapatan terendah di dunia tahun 2019 karena GNI –nya yang terus menurun drastis. Selama 20 tahun terakhir, pendapatan Madagaskar terus menurun tak akhyal kini 70% warganya hidup dalam kemiskinan. Pendapatan yang mampu diperoleh setiap tahunnya yaitu USS 463.

Itulah 6 negara dengan pendapatan terendah di dunia tahun 2019. Kondisi dalam negeri yang rawan konflik menjadi mayoritas penyebab rendahnya pendapatan negara-negara tersebut. Inventor, pengimpor maupun wisatawan yang akan mengunjungi negara tersebut akan ragu memilih negara-negara yang rawan konflik pendapatan terus menurun.

5 Negara yang Pecah karena Perang dan Sejarahnya yang Wajib Tahu

Sebuah negara memiliki riwayat sejarah masing-masing. Ada yang berdiri dan makin berkuasa hingga kini. Ada pula yang akhirnya berdaulat dan merdeka. Dan ada yang pecah karena perang. Negara yang pecah karena perang merupakan sebuah negara yang memang  terjadi karena adanya pemisahan wilayah atau penggabungan wilayah.

1. Jerman

Merujuk pada sejarah, dahulu Jerman merupakan negara kekaisaran. Kemudian setelah perang dunia II akhirnya wilayah Jerman terbagi menjadi dua, Jerman Barat dengan Republik Federasi Jerman dan Jerman Timur dengan sebutan Republik Demokrasi Jerman. Ideologi yang berbeda tersebut yang telah memisahkan Jerman pada saat perang dunia.

Hingga di tahun 1990 akhirnya jerman bersatu kembali dengan nama Republik Federasi Jerman yang terdiri dari 39 Federasi yang berdaulat. Dan menjadikan Berlin sebagai ibu kota negara Jerman. Dari Jerman lah lahir para filsuf yang pemikirannya mampu mempengaruhi dunia, seperti Kalr Marx, Hegel, Martin Luther. Jerman juga terkenal dengan sejarah kelamnya tentang Hittler pendukung Nazi pernah sangat berpengaruh di Jerman.

2. Korea

Korea pernah dijajah oleh Jepang hingga perang dunia ke II berlangsung. Setelah Jepang melemah, justru Korea dikuasai oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat. Pada tahun 1945 wilayah Korea akhirnya dibagi menjadi dua berdasarkan garis lintang 38 derajat yang sejajar. Di wilayah selatan dikuasai oleh Amerika yang akhirnya berdirilah Republik Korea.

Sedangkan wilayah utara yang dikuasai oleh Uni Soviet akhirnya berdiri pula negara Korea dengan sebutan Republik Demokratik Rakyat Komunis. Selanjutnya di Tahun 1950 Korea Utara berusaha menyerang Korea Selatan. Namun akhirnya digagalkan oleh PBB. Upaya PBB untuk mempersatukan Korea ternyata mengalami hambatan, karena hingga saat ini Korea Selatan dan Korea Utara tetap berseteru.

3. Uni Soviet

Dahulu terjadi revolusi kekaisaran Rusia, maka runtuhlah kekaisaran Rusia tersebut dan tahun 1922 berdirilah Uni Soviet. Lenin merupakan pemimpin pertama yang menganut paham komunis sosialis. Setelah itu digantikan oleh Stalin yang pada masa itu melewati proses industry besar-besaran. Dengan kekuasaan Stalin yang sangat tirani hingga menjadi salah satu negara adidaya di dunia. Setelah berganti kepemimpian oleh Gorbachev dan mengeluarkan kebijakan glasnost dan perestroika.

Kebijakan tersebut yang pada akhirnya memicu negara bagian Uni soviet memisahkan diri.  Selain itu terjadi guncangan ekonomi  minyak dunia yang berakibat menurunnya pendapatan bagi Uni Soviet. Pada akhirnya bulan Desember 1991 Uni Soviet dibubarkan. Dan negara-negara bagian dari Uni Soviet seperti, Armenia, Estinia,Kazakhstan, Rusia, Turkmenistan, Uzbekistan, Ukrania akhirnya memisahkan dan memerdekakan diri.

4. Vietnam

Vietnam merdeka tahun 1945, kemerdekaan diberikan oleh Perancis. Sebelum bersatu menjadi Republik Rakyat Vietnam. Justru Vietnam sudah terpecah menjadi dua wilayah. Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Kedua negara tersebut saling menyerang.

Dengan berbagai cara hingga meminta dukungan Amerika Serikat dan pada akhirnya Vietnam Selatan menyerah. Pada selanjutnya Ibu kota Vietnam utara yang dulu bernama Saigon berganti dengan nama Ho Chi Minh City. Dan bersatulah Vietnam di tahun 1975. Negara yang pecah karena perang ini justru akhirnya bersatu menjadi Republik Rakyat Vietnam.

5. Yugoslavia

Terjadi krisis politik di di tahun 1980-an Yugoslavia menjadi terpecah. Adanya isu yang tak kunjung selesai dan perang tersebut mempengaruhi Bosnia dan Herzegovina serta negara tetangga Kroasia. Hal itu pula terjadi akibat meninggalnya Josep Bros Tito. Negara tersebut makin tidak stabil secara ekonomi dan politik.

Itulah lima negara yang pecah karena perang. Perang dengan sesame wilayahnya sendiri atau perang dengan negara lain. Tentu sebuah peperangan bisa memecah sebuah negara selain itu pengaruh ekonomi dan politik negara tersebut juga bisa menyebabkan konflik.

Inilah 10 Negara dengan Penduduk Terpadat di Dunia

Setiap tahun, jumlah populasi penduduk dunia terus meningkat. Jumlah penduduk satu negara bahkan bisa mencapai satu miliar penduduk, seperti halnya China. Bagaimana dengan negara lainnya? Berikut ini 10 negara dengan penduduk terpadat di dunia.

1. China

China merupakan negara yang menduduki posisi pertama sebagai negara dengan penduduk terpadat di dunia. Sekitar 18,59% dari jumlah total populasi dunia ditempati oleh China, atau setara dengan 1,43 miliar jiwa. Sebagian besar penduduk dari negara China menempati kota-kota besar seperti Shanghai dan Beijing dengan rata-rata usia 37 tahun.

Tingkat pertumbuhan penduduk China telah menurun sejak kebijakan satu anak mulai digalakkan. Diperkirakan laju pertumbuhan ini akan terus melambat sehingga populasi penduduk di China akan berangsur menurun di tahun 2030 dan tahun-tahun kedepannya.

2. India

Posisi negara dengan penduduk terpadat di dunia kedua adalah India, dengan jumlah populasi 1,37 miliar penduduk. atau setara dengan 17,71 dari keseluruhan populasi dunia. Negara yang dikenal dengan sebutan anak benua ini memilik kepadatan populasi sebesar 461 jiwa/Km². Tingkat kepadatan tersebut terbilang cukup tinggi.

3. Amerika Serikat

Ketiga, Amerika Serikat yang memiliki populasi sejumlah 329 juta jiwa. Negara dengan lima puluh negara bagian ini memiliki kepadatan sebanyak 36 orang/km² serta 82,5% sebaran penduduk menempati daerah perkotaan. Diperkirakan di 2050, populasi penduduk di negeri Paman Sam ini akan terus meningkat menjadi 438 juta jiwa.

4. Indonesia

Indonesia menempati posisi keempat untuk negara dengan penduduk terpadat di dunia. Saat ini populasi penduduk negeri maritim ini mencapai 270 juta jiwa dengan kepadatan 149 orang/km². Negara kaya ini memiliki sebelas kota besar dengan populasi penduduk sekitar satu juta lebih, serta Ibukota negara dengan jumlah populasi sebesar 10,6 juta jiwa.

5. Pakistan

Di urutan kelima, Pakistan dengan populasi penduduk lebih dari 216 juta jiwa. Negara dengan luas 796 juta km² ini memiliki populasi setara dengan 2,81% dari keseluruhan populasi dunia. Tingkat kepadatan penduduk negara ini adalah 281 orang/km² dengan rata-rata saat usia 22 tahun.

6. Brasil

Di posisi keenam adalah Brasil, memiliki populasi penduduk sebesar 211 juta jiwa. Tingkat kelahiran di negara ini telah banyak menurun sejak tahun 1970. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya perempuan Brasil yang memutuskan menjadi wanita karir. Sebab lainnya adalah karena mayoritas keluarga memutuskan menunda waktu lebih lama untuk memiliki anak.

7. Nigeria

Negara padat penduduk selanjutnya adalah Nigeria. Salah satu negara di Benua Afrika ini memiliki populasi mencapai 202 juta jiwa. Jumlah ini mengantarkan Nigeria menjadi negara terpadat di Afrika.

Sebanyak 51,2% sebaran penduduk tinggal di wilayah perkotaan. Dipekirakan populasi penduduk Nigeria akan meningkat hingga mencapai 206 juta di tahun 2020 dan menjadi 264 juta jiwa sepuluh tahun kedepan.

8. Bangladesh

Bangladesh merupakan salah satu negara di Asia Selatan yang hanya memiliki luas wilayah 144 ribu km² dengan populasi penduduk mencapai 166 juta atau setara dengan 2,11% total populasi dunia. Tingkat kepadatan penduduk mencapai 1.250 jiwa/km² dengan total luas tanah 130.170 km².

9. Rusia

Jumlah populasi penduduk Rusia adalah 146 juta jiwa setara dengan 1,89% dari jumlah populasi dunia serta usia rata-rata 38,8 tahun. Tingkat kepadatan penduduk di negara terbesar di dunia ini diperkirakan 9 jiwa/km² dengan total luas wilayah 16. 376.870 km².

10. Meksiko

Jumlah populasi penduduk Meksiko tercatat sebanyak 128 juta jiwa. Hal ini membuat Meksiko menempati posisi sepuluh besar negara padat penduduk. Memiliki luas wilayah 1.972.550 km² yang ditempati oleh sekitar 1,63% total populasi dunia. Tingkat kepadatan populasi adalah 66 orang/ km² dengan rata-rata usia antara 25-54 tahun.

Itulah ulasan singkat tentang 10 negara dengan penduduk terpadat di dunia. Semoga bemanfaat.