9 Cara Mengurangi Nyeri Haid yang Mudah dilakukan

Cara mengurangi nyeri haid bisa dilakukan dengan mengenali penyebab nyeri haid. Saat dinding rahim berontraksi untuk menggugurkan darah. Saat menstruasi seorang wanita memproduksi hormone prostaglandin. Jika berlebihan maka nyeri yang ditimbulkan semakin besar. Prostaglandin juga menyebabkan mual, diare, dan sakit kepala.

1. Konsumsi Air Putih

Nyeri haid melanda, cobalah tetap untuk meminum air putih dengan irisan lemon untuk kebutuhan cairan dalam tubuh. Saat berkativitas , tubuh tetap butuh cairan untuk metabolisme. Dengan minum air putih hangat bisa melegakan sedikit nyeri saat haid.

2. Kompres Perut

Cobalah untuk mengkompres perut dengan air hangat. Masukkan air hangat ke dalam botol kaca dan tempelkan di sekitar area perut. Tempelkan pula di tempat yang terasa nyeri. Dengan begitu akan sedikit membantu meredakan nyeri saat haid. Bisa juga dengan mandi air hangat agar tubuh dan pikiran terasa lebih baik.

3. Makan Makanan Bergizi

Biasanya saat nyeri haid melanda akan mengurangi nasfu makan. Padahal jika tidak makan akan berakibat pada sakit yang lebih parah lagi. Tetaplah untuk sarapan pagi dengan makanan yang bergizi seperti makanan yang kaya akan serat dan rendah lemak, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan. Segelas susu kedelai hangat juga bisa menambah gizi untuk tubuh tetap beraktivitas saat nyeri.

4. Lakukan Olahraga Ringan

Cara mengurangi nyeri haid dengan melakukan olahraga ringan, seperti jalan-jalan, lari kecil, senam ringan atau bersepeda. Saat melakukan aktivitas, tubuh menghasikan hormone endrofin yang membuat suasana hati menjadi senang. Dengan begitu nyeri haid akan mereda.

5. Aktif Bergerak

Nyeri haid membuat tubuh malas untuk bergerak, jangan sampai dengan kemalasan yang melanda tersebut membuat nyeri yang semakin parah di area perut. Justru saat kita bergerak tentu nyeri perut akan terabaikan. Lakukan kegiatan rumah misal membersihkan rumah, berkebun agar tubuh tetap segar serta nyeri pun mereda.

6. Pijatan untuk Tubuh

Tubuh akan lebih baik dan nyaman jika dipijat. Sensasi pijatan menjadikan otot dan sendi menjadi lentur dan mengurangi rasa nyeri yang ada di perut. Bisa juga dengan pijatan kaki, tangan dan punggung.  

7. Minum Jamu Kunyit Asam

Khasiat dari jamu kunyit asam adalah meredakan nyeri haid. Jamu tersebut bisa dibuat sendiri di rumah dengan merebus sedikit kunyit serta asam jawa. Jika air rebusan sudah mendidih tinggal saring lalu sajikan. kunyit asam diminum selagi masih hangat agar nyeri mereda.

8. Konsumsi Vitamin D

Salah satu faktor adanya nyeri saat haid adalah kurangnya mengkonsumsi vitamin D. kandungan vitamin D dapat mengurangi kram perut. Vitamin D bisa dijumpai pada makanan berupa hati sapi.  Namun, harus berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter adakah batasan dalam mengkonsumsi vitamin D

9. Hindari Stres

Kondisi nyeri haid akan lebih parah jika pikiran sedang stres. Maka saat haid, sebaiknya hindari stres dengan mengalihkan keadaan. Setiap orang punya kebiasaan masing-masing untuk mengurangi stres, misal menonton film, jalan-jalan, mendengarkan lagu atau membaca buku.

10. Beri Obat Pereda Nyeri

Karena prostaglandin terproduksi banyak dan akbitanya menyebabkan nyeri yang tak tertahankan maka harus segera meminum obat pereda nyeri. Dengan begitu bisa mengurangi nyeri saat haid. Jika terasa lemas cobalah untuk beristirahat dan menunggu obat bereaksi.

11. Hubungi Dokter Jika Nyeri Terus-Menerus

Hubungi dokter jika terjadi nyeri haid yang berkepanjangan. Karena jika nyeri semakin menjadi maka aktivitas akan terganggu serta menjadi malas minum dan makan. Berakibat kekurangan gizi serta cairan. Dengan pergi ke dokter segera akan lebih membantu meredakan nyeri haid.

Seorang wanita yang mengalami PMS (Premenstrual Syndrome) harus mencari cara mengurangi nyeri haid. Agar aktivitas harian tetap lancar dan tidak terganggu. Dengan mengutamakan hal tersebut, maka nyeri haid bisa teratasi.

8 Cara Mencegah Anemia yang Efektif

Terkadang seseorang merasa lelah, lemah  lesu bahkan sakit kepala. Bisa jadi hall tersebut merupakan tanda-tanda anemia. Anemia bisa dialami siapa saja. Dari anak-anak hingga orangtua. Saat kondisi sel darah merah atau hemoglobin dalam tubuh sangat kurang, artinya seseorang mengalami anemia.  Dan jika asupan zat besi kurang, bisa juga terjadi anemia. Kondisi tersebut bisa dicegah. Cara mencegah anemia bisa dilakukan sedini mungkin dan sangat mudah dilakukan.

1. Perbanyak Makanan Mengandung Zat Besi

Pilihlah makanan yang mengandung dan kaya akan zat besi seperti, sayur-sayuran hijau, dading merah, hati, makanan laut dan telur. Bagi ibu yang hamil atau ibu menyusui. Harus menambah porsi makanan berzat besi. Karena asupan yang ibu makan akan berdampak pula pada janin atau anaknya. Dianjurkan pula meminum suplemen zat besi yang diminum tanpa makan terlebih dahulu.

2. Berikan Vitamin C, Folat dan B12 untuk Tubuh

Tubuh sangat memerlukan vitamin untuk daya tahan tubuh dan penyerapan zat besi. Vitamin C terdapat dalam jeruk, brokoli, stroberi, paprika dan bayam selain itu folat juga dibutuhkan tubuh, folat terkandung dalam sereal, roti pisang. Untuk vitamin B12 bisa dengan mengkonsumsi  makanan seperti telur, kerang-kerangan, susu, yogurt, keju, salmon, tuna atau produk kedelai, seperti susu kedelai , edamame dan tahu. Dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, Folat dan B12 menjadi salah satu cara mencegah anemia.

3. Tidak memberikan susu sapi terhadap anak dibawah 1 tahun

Pada sebuah penelitian Committee on Nutrition of the Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa orangtua sebaiknya tidak memberikan susu sapi sebelum usia mencapai satu tahu. Karena dalam susu sapi sangat rendah kandungan zat besinya. Susu sapi menyebabkan iritasi usus dan berisiko kehilangan zat besi. Jika anak kekurangan zat besi sejak kecil, maka anak tersebut bisa terkena anemia.

4. Lakukan kombinasi makanan

Kombinasi makanan atau istilahnya food combining adalah mengkombinasikan jenis makanan untuk dikonsumsi. Saat makan bukan berarti memakan satu jenis makanan saja secara berlebihan. Sebaiknya dalam sekali makan ada beberapa jenis makanan . misal, salmon dengan brokoli. Spageti diberi daging dan tomat. Buah segar dengan kismis. Tetaplah pilih makanan yang menambah zat besi agar terhindar dari anemia.

5. Asupan Kalsium

Salah satu asupan yang membantu penyerapan zat besi dengan baik adalah kalsium. Sebaiknya pilih makanan yang berkalsium tinggi. Seperti susu, telur, ikan yang dimasak dengan tulang, bisa juga rebusan tulang sapi, seperti sop buntut.

6. Batasi Konsumsi Kafein

Tidak hanya terkandung di dalam kopi saja, kafein juga terdapat di dalam teh. Seseorang yang sangat suka minum teh sebaiknya mengurangi untuk meminum, karena kafein sangat menghambat penyerapan zat besi. Selain itu batasi pula minuman berenergi atau minuman coklat. Biasakan diri untuk membatasi minuman-minuman tersebut agar terhindar dari anemia.

7. Masak dengan Perlengkapan Masak dari Besi

Saat akan memasak makanan sebaiknya memilih bahan masak yang terbuat dari besi. Dengan peralatan dari besi membantu memaksimalkan pengeluaran asam dari dalam makanan.

8. Hindari Alkohol dan Rokok

Alkohol berakibat pada rusaknya ginjal jika dikonsumsi terus menerus. Jika ginjal rusak maka produksi zat kimia akan melambat dan tentu sel darah merah pada sumsum pun menurun. Artinya sel darah merah menjadi terganggu pula. Hal ini memicu anemia. Merokok tentu tidak baik bagi kesehatan tubuh. Racun dalam rokok menyebar ke dalam darah tentu akan mengganggu penyerapan nutrisi tubuh, terutama zat besi.

Setelah mengetahui cara mencegah anemia, sebaiknya lakukan pencegahan agar terhindar dari anemia. Karena dengan melakukan pencegahan maka meminimalisir penyakit. Dan tubuh menjadi lebih sehat.

Fungsi Lidah Buaya Bagi Kesehatan yang Dipercaya Hingga Kini

Lidah buaya (aloe vera) dikenal sebagai salah satu tanaman dengan manfaat yang beragam. Khasiatnya sudah dipercaya sejak berabad-abad, mulai dari kesehatan hingga kecantikan. Tanaman yang mudah didapat ini dapat diolah menjadi berbagai panganan dan minuman yang dapat dinikmati berbagai kalangan, dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam produk kecantikan, dan masih banyak lagi mengingat fungsi lidah buaya bagi kesehatan yang melimpah.  Lidah buaya terdiri dari dua bagian yakni gel dan getah.

Dalam lidah buaya terdapat kandungan mineral dan antioksidan yang tinggi. Tak ketinggalan kandungan vitamin E, C, B, asam folat, serta B12 yang baik untuk kesehatan. Oleh karena itu lidah buaya bisa dijadikan alternatif untuk mengobati penyakit tertentu dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang. Berikut beberapa fungsi lidah buaya bagi kesehatan.

1. Mempercepat Penyembuhan Luka

Kalsium dan antioksidan yang terdapat dalam lidah buaya mampu mempercepat pembelahan sel keratinosit yang dapat memperkuat jaringan kulit. Oleh karena itu lidah buaya bisa mempercepat penyembuhan luka dan meredakan gejala pada kulit seperti radang, gatal, iritasi, serta ruam. Bahkan dapat juga memberi bantuan cepat dalam mengatasi masalah dermatitis yang lebih serius seperti luka bakar dan regenerasi kulit. Hal ini karena material dalam lidah buaya memiliki kemampuan mencegah kerusakan yang disebabkan sinar UV sehingga area yang terjangkit dapat sembuh lebih cepat. Saat ini juga banyak produk dengan lidah buaya yang diklaim mampu mengurangi jerawat, karena lidah buaya banyak mengandung khasiat antimikroba dan anti radang.

2. Merawat Kesehatan Mulut & Gigi

Mengolah lidah buaya untuk berkumur dapat mengurangi risiko mengalami radang gusi, menghilangkan plak, juga sebagai antibakteri dan antimikroba. Selain itu khasiat lidah buaya bisa membantu menghaluskan, melembabkan, dan membuat bibir terlihat merah alami. Penggunaannya mudah hanya dengan mengoleskannya pada bibir secara teratur.

3. Menstabilkan Kadar Gula Darah

Mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes juga salah satu fungsi lidah buaya bagi kesehatan. Ekstrak lidah buaya mampu menyerap gula dari makanan atau minuman yang baru saja dikonsumsi. Sebuah uji klinis dilakukan pada 72 wanita yang memiliki diabetes tanpa obat, diberikan gel lidah buaya satu sendok makan selama enam minggu. Hasilnya kadar glukosa darah mengalami penurunan yang cukup signifikan.

4. Merawat Rambut

Lidah buaya dikenal kaya akan manfaat untuk rambut. Lidah buaya bisa menghitamkan rambut dan membuat rambut terlihat lebih berkilau, menebalkan rambut, serta menguatkan akar rambut dan mengurangi ketombe. Cara penggunaannya bisa dengan menjadikan lidah buaya sebagai masker kemudian mengoleskannya pada kulit kepala, batang hingga ujung rambut. Bisa juga dicampur dengan shampoo. Pengguunaan pada bayi biasanya akan digundul terlebih dahulu dan dioleskan agar pertumbuhan rambutnya cepat dan memiliki rambut yang tebal.

5. Meningkatkan Kekebalan & Memperlancar Pencernaan

Lidah buaya baik untuk membantu menyerap vitamin dan mineral dalam tubuh. Dengan penyerapan yang sempurna, kekebalan tubuh bisa menangkal berbagai bakteri dan virus yang menyerang tubuh. Enzim yang dimiliki lidah buaya bisa memecah protein menjadi asam amino. Selain itu enzim diubah menjadi bahan bakar bagi sel tubuh agar berfungsi dengan lebih baik. Terlebih, kandungan air yang tinggi dalam lidah buaya bisa merangsang gerakan peristaltik pada usus sehingga BAB dapat lebih lancar. Efek pencahar yang terdapat dalam lidah buaya bisa membantu detoksifikasi yang dapat mencegah penimbunan lemak dan mengeluarkan kotoran dalam tubuh yang seharusnya dikeluarkan setiap hari agar tidak menumpuk menjadi penyakit. 

Demikian fungsi lidah buaya bagi kesehatan yang begitu banyak. Bahannya bisa diolah menjadi jus, masker, es campur, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu lidah buaya kini menjadi tanaman yang paling dicari untuk pengobatan alternatif, perawatan rambut dan kulit serta menjaga kesehatan.