Destinasi Wisata Kota Tua yang Wajib Dikunjungi di Indonesia

Perjalanan wisata ke daerah perkotaan tentu saja tidak lengkap tanpa mengunjungi tempat wisata kota tua di Indonesia. Selain berwisata, pelancong juga bisa memperoleh wawasan sejarah tentang wilayah tersebut. Gedung-gedung tua peninggalan pada masa penjajahan Belanda membawa kembali nuansa tempo dulu.Coba cek dulu daftar di bawah ini untuk informasi yang lebih lengkap.

1. Kota Tua Jakarta

Pasti banyak yang tahu bahwa salah satu tujuan wisata di ibukota adalah Kota Tua yang juga dikenal dengan nama Batavia Lama. Beberapa bangunan peninggalan Belanda pada masa pemerintahan VOC bisa dijadikan spot foto yang keren. Salah satunya adalah Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah) yang dulunya merupakan Balai Kota Batavia.

Selain itu, beberapa bangunan arsitektur bertema neoklasik yang dapat ditemukan diantaranya Museum Bank Indonesia, Pelabuhan Sunda Kelapa, dan Stasiun Kota. Harga tiket masuk di beberapa museum terbilang cukup murah yaitu berkisar antara Rp1000,- hingga Rp3000,- saja.

2. Jalan Asia-Afrika dan Jalan Braga Bandung

Jika ditanya lokasi wisata Kota Tua di Bandung hal yang muncul di benak adalah Jalan Asia-Afrika yang menjadi lokasi dari Gedung Merdeka. Beberapa bangunan sisa peninggalan kolonial Belanda yang lain diantaranya gedung Kantor Pos Besar yang dibangun tahun 1863 dan juga Kantor PLN atau Gebeo.
Jalan lain yang berdekatan yang tak kalah terkenal dengan bangunan tuanya adalah Jalan Braga yang pada jaman kolonial Belanda merupakan tempat perdagangan elite. Deretan bangunan bertema kolonial masih dapat ditemukan disana dan digunakan sebagai spot foto. Tak hanya foto biasa untuk para wisatawan, foto untuk wedding pun sering dilakukan di tempat ini.

3. Titik Nol Km Yogyakarta

KotaJogja memang pantas dijuluki sebagai kota wisata dengan berbagai destinasi wisata yang penuh dengan nuansa sejarah yang kental. Titik nol km menjadi pusat wisata di Jogja yang juga bisa dibilang kota tua. Beberapa bangunan bersejarah yang ada di sekitarnya yaitu Benteng Vredeburg, Gedung BNI 46, Gedung Bank Indonesia, Kantor Pos Besar, dan tentunya Keraton Yogyakarta.

Jika berjalan-jalan di Malioboro pasti menyempatkan diri untuk mengunjungi titik nol km untuk berfoto atau sekadar duduk beristirahat sambil menikmati arsitektur peninggalan Belanda. Di area nol km juga terdapat orang-orang dengan berbagai kostum unik yang bisa diajak berfoto.

4. Lawang Sewu dan Museum Kereta Api Ambarawa Semarang

Kalau menyebutkan kota Semarang pasti teringat dengan destinasi wisata Lawang Sewu yang sangat kental dengan nuansa sejarah pada masa kolonial. Bangunan yang dulunya merupakan kantor pegawai kereta api ini memang memiliki banyak pintu. Lawang Sewu juga merupakan bangunan bersejarah tempat koloni Belanda diserang oleh Jepang hingga terjadi peristiwa pembunuhan disana.

Selain itu juga ada Museum Kereta Api Ambarawa yang memiliki banyak koleksi kereta apai pada jaman dulu dan sangat keren untuk dijadikan spot foto. Dari museum ini pengunjung juga dapat mengetahui perkembangan kereta api di Indonesia.

5. Gedung Bersejarah di Kota Surabaya

Kota pahlawan juga memiliki banyak bangunan bersejarah yang masih tegak berdiri diantaranya Gedung De Javasche Bank yang sekarang menjadi Bank Indonesia dan Hotel Majapahit yang menjadi lokasi peristiwa bersejarah terkenal yaitu perobekan bendera Belanda menjadi bendera Merah Putih.
Selain itu, tempat ibadah yang merupakan bangunan peninggalan Belanda juga masih banyak berdiri. Diantaranya Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria, Gereja Kristen Indonesia yang terletak di Jalan Pregolan Bunder 34, dan Klenteng Hong Tiek Hian.
Itulah tadi beberapa destinasi wisata kota tua yang ada di berbagai kota di Indonesia yang wajib dikunjungi ketika berwisata. Semoga informasi tadi dapat membantu para pelancong yang sedang mencari tempat wisata dengan nilai sejarah yang tinggi. Selamat melancong!

Tips Belanja Di Pasar Klewer Solo Menggunakan Seni Tawar Menawar

Ketika melakukan transaksi belanja terutama saat berada di pasar tradisional tidak afdol jika tidak mempraktekkan seni tawar menawar. Dengan tawar menawar bisa mendapatkan harga sangat murah. Oleh karena itu, berikut ini artikel tips belanja di pasar Klewer Solo menggunakan seni tawar menawar.

1. Survei Harga Grosirannya Terlebih Dahulu

Mengetahui harga grosiran suatu barang yang ingin dibeli tentu saja sangat dibutuhkan sebelum melakukan tawar menawar suatu barang. Jika tidak mengetahui harga grosiran suatu barang bagaimana bisa mendapatkan suatu barang dengan harga murah.

Bisa saja karena tidak mengetahui harga pasaran membuat ditipu oleh penjual dengan menaikkan harga tersebut secara tidak wajar. Walaupun, sudah melakukan tawar menawar, tetapi jangan sampai ketika menginginkan harga hemat malah bunting.

2. Gunakan Bahasa Lokal Sekitar

Tips belanja di pasar Klewer Solo satu ini bisa dibilang sangat ampuh saat menggunakan Bahasa lokal daerah sekitar. Sama seperti di Pasar Klewer tentu saja dengan aturan menggunakan Bahasa local daerah sekitar akan berdampak pada harga yang murah.

Penting adanya jika menggunakan Bahasa lokal daerah tersebut. Kebanyakan ketika di pasar, walaupun sudah menggunakan Bahasa Indonesia kemungkinan besar tidak akan berdampak besar akan perubahan harga.

Jika sudah menyerah dan benar-benar kesusahan untuk mempelajari Bahasa lokal daerah sekitar ada baiknya untuk mengajak teman. Teman yang memang asal daerahnya dari sana atau paling tidak menguasai Bahasa lokal daerah sekitar situ untuk mempermudah transaksi jual beli.

3. Tetap Utamakan Sopan Dan Santun Saat Membeli

Walaupun membeli di pasar tradisional wajib hukumnya untuk menjunjung tinggi sopan dan santun dimanapun berada. Karena pada dasarnya orang Jawa terutama orang-orang Solo ini akan sangat menghargai pembeli yang mengutamakan sopan dan santun.

Ketika pembeli menunjukkan sikap sopan sudah sewajarnya penjual akan bersikap lebih sopan terhadap pembeli. Sebagai rasa menghormati dan menghargai satu sama lain agar tidak timbul masalah yang berarti saat berlangsungnya praktek jual dan beli.

4. Mulai Transaksi Tawar Menawar Setengah Harga

Dari sini bisa untuk memulai melakukan transaksi penawaran. Mula-mula lakukanlah penawaran harga barang dengan setengah harga dari harga barang tersebut disebutkan. Namun, perlu diingat saat melakukan transaksi jangan menawar barang yang sudah memiliki banderol harga.

Baju yang sudah memiliki banderol harga tentu saja sudah tidak mungkin untuk dilakukannya seni tawar menawar ini. Jika pedagang langsung memperbolehkan harga tersebut tentu berjalan mulus. Tetapi, bisa jadi pedagang ingin menaikkan sedikit harga dari yang ditawar tersebut maka cobalah sedikit menaikkannya.

5. Jika Transaksi Berjalan Alot, Tinggalkan Toko Tersebut Dan Beralih Kelainnya

Ini dapat terjadi jika pedagang dan pembeli mendapati jalan buntu karena tidak ditemukannya harga yang sama-sama diinginkan dan disetujui. Sehingga, menimbulkan percakapan yang cukup alot antara keduanya.

Cara terakhir ini ialah tinggalkan toko tersebut. Hanya ada dua kemungkinan dari meninggalkan toko, yaitu dipanggil kembali oleh penjual yang berubah pikiran untuk menyetujui harga yang ditawarkan. Atau bahkan membiarkan saja pembeli lewat begitu saja.

Ketika pedagang membiarkan saja pembeli tersebut tanpa memanggilnya jangan menyimpan rasa dendam. Justru itulah seninya saat melakukan tawar menawar di pasar tradisional yang tidak akan terlupakan saat berkunjung ke Pasar Klewer Solo.

Demikian kelima tips belanja di Pasar Klewer Solo menggunakan seni tawar menawar memang harus diterapkan saat berbelanja. Apalagi saat ingin mendapatkan harga yang murah dengan barang yang bagus di pasar tradisional.